Musisi Jalanan

Mengingat kondisi BUS yang hampir tak mungkin untuk melakukan apa-apa tak heran bila penumpangnya hanya bengong, melamun, menghayal, merenung, atau kegiatan lainnya bersifat diam. Terkadang bosan memang. Tapi apa boleh buat hanya itu yang bisa dilakukan. Nah, disaat seperti ini muncullah para musisi jalanan yang berusaha untuk menghibur penumpang yang sedang boring. Kehadiran para musisi ini seakan memanggil para penumpang yang sedang terlelap dalam dunianya masing-masing. Musisi-musisi ini biasanya akan meminta imbalan setelah mereka membawakan lagu-lagu pamungkasnya. Para penumpang akan di todong satu persatu dengan wadah berupa bekas gelas air mineral, bekas bungkusan snack, bekas minuman kotak atau wadah lainnya untuk  menampung recehan. Ada juga yang menodong dengan menggunakan amplop yang telah dibagikan sebelumnya, kemudian dikumpulkan lagi setelah show. Sebenarnya para penumpang tidak dipaksa untuk memberikan recehan yang mereka punya kepada para musisi. Penumpang memberikan recehan kepada musisi-musisi ini secara sukarela (sukarela artinya tanpa paksaan. bukannya suka tak suka rela tak rela harus mau, bukan.)
Namun terkadang masih ada musisi yang kelihatannya seperti agak memaksa jika tak diberi imbalan. Para penumpang pun terkadang ada yang pura-pura tidur dan pura-pura sibuk ketika mereka di todongkan wadah dari tangan-tangan para musisi jalanan.
Musisi ini sangat beragam baik dilihat dari usianya, penampilan dan alat musiknya. Usia dari anak kecil sampai kakek-kakek pun semuanya ikut ambil bagian baik pria maupun wanita. Dari Penampilannya ada yang bersih rapi hingga dekil. Alat musik juga beragam
mulai dari gitar, suling, biola, gendang, dan kecrekan yang terbuat dari botol air mineral yang di isi beras bahkan tepukan tangan. Walaupun para musisi ini mempunyai keragaman namun kebanyakan dari mereka menganut genre yang sama. Ya, betul kebanyakan dari mereka menganut musik yang bergenre metal (melayu total maksudnya). Ada yang menyanyikan lagu tersebut dengan penuh perasaan dengan harapan dapat menggetarkan hati penumpang yang sibuk dengan dunianya, ada yang menyanyikan seolah olah dialah penyanyi aslinya (bahkan meminjam gayanya) ada yang di nyanyikan asal-asalan dengan permainan musik yang asal-asalan juga, ada yang hanya menyanyi mengandalkan suara vokal tanpa alat musik apapun, ada suara merdu, suara cempreng, suara serak, suara pas-pasan, suara melengking, suara hati (suara jeritan hati betapa beratnya hidup di ibukota). Ada satu hal yang unik adalah lagu yang dinyanyikan antara satu pengamen dengan pengamen lain  adalah terkadang sama. misalkan bulan ini lagu X sedang ngetrend, maka seakan akan lagu tersebut menjadi menu wajib bagi para musisi. Entah bagaimana mereka bisa kompak menyanyikan lagu yang sama dalam suatu masa. Entahlah.

Akan tetapi kehadiran para musisi ini bisa menjadi hiburan tersendiri. Tentunya apabila mereka menampilkan pertunjukkan yang menarik tentu orang-orang tak akan sungkan untuk memberikan sedikit recehannya. Para musisi jalanan pun harus meningkatkan performanya. Setelah para musisi ini turun panggung, tentunya ada pariwara setelah acara selesai. Aqua aqua, mijon, tisu tisu dua rebu dua rebu.

One comment on “Musisi Jalanan

  1. hahaha bagus deh tulisannya. ada foto firman utina lagi. tampilannya perlu didesign lagi kayaknya. biar lebih menarik. good job!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s