OVERVIEW MANAJEMEN STRATEGIS

I. PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIS

· menurut Fred R. David Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, danmengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.

· menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E.Hoslisson (1997,XV)Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasiapa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai.

· menurut H. Igor Ansoff Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.

Manajemen strategi adalah serangkaian keputusan-keputusan dan tindakan-tindakanyang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

Manajemen strategik merupakan satu set keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implimentasi rencana yang dirancang untuk meraih tujuan suatu perusahaan.

Manajemen strategik merupakan proses tiga deretan bertingkat, yang mencakup perencanaan tingkat korporat, usaha/bisnis, dang fungsional. Pada tingkatan yang paling rendah, aktivitas- aktivitas yang strategis akan lebih spesifik, sempit, bersifat jangka pendek, dan berorientasi pada tindakan dengan resiko yang lebih rendah namun lebih sedikit peluang untuk mendapatkan hasil yang dramatis.

II. MANFAAT- MANFAAT MANAJEMEN STRATEGIS

1. Aktivitas formulasi strategis memperkuat kemampuan perusahaan untuk mencegah timbulnya masalah.

2. Proses manajemen strategis menghasilkan keputusan yang lebih baik.

3. Keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas didalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka.

4. Penerapan manajemn strategi membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan.

5. Mengurangi resistensi terhadap perubahan. Meskipun peserta formulasi strategi mungkin tidak akan lebih senang dengan keputusan yang mereka ambil sendiri dibandingkan keputusan yang diambil secara otoriter, namun kesadaran mereka tentang pilihan yang tersedia membuat mereka lebih dapat menerima keputusan tersebut. organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil daripada yang tidak menerapkannya.

Menurut J. Kim Dedee, manfaat dasar dari manajemen strategis adalah :

1. Manajer dapat mengantisipasi lingkungan yang berubah.

2. Menenpatkan kekuatan lingkungan dalam hirarki yang logis.

3. Mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dalam arena kompetitif.

4. Menentukan posisi perusahaan dalam industri.

5. Memfokuskan pada area keputusan yang paling penting untuk memperbaiki posisi bersaing perusahaan.

6. Menulis tujuan dan arah yang jelas.

7. Menggabungkan falsafah jangka panjang yang mendasar kedalam perusahaan.

8. Memperhatikan konsekuensi jangka panjang dari keputusan yang telah diambil saat sekarang.

9. Mengkordinasi alokasi sumber-sumber daya yang langka.

10. Memperbaiki komunikasi.

11. Melebihi pesaing dalam industri yang sama dalam jangka panjang.

Manfaat manajemen strategis menurut David (2002:15) adalah:

· Membantu oganisasi membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.

· Merupakan sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari semua manajer dan karyawan.

· Proses menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan memperkuat pengertian karyawan mengenai efektivitas dengan mendorong dan menghargai mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan atihan inisiatif serta imajinasi.

· Mendatangkan laba

· Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal

· Pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pesaing

· Meningkatnya produktivitas karyawan

· Berkurangnya penolakan terhadap perubahan

· Pemahaman yang lebih jelas mengenai hubungan prestasi penghargaan

Greenley menyatakan manajemen strategis memberikan manfaat berikut :

1. Memungkinkan untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang.

2. Memberikan pandangan objektif atas masalah manajemen.

3. Merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dan koordinasi yang lebih baik.

4. Meminimalkan efek dari kondisi dan perubahan yang jelek.

5. Memungkinkan agar keputusan besar dapat mendukung dengan lebih baik tujuan yang telah

ditetapkan.

6. Memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya yang lebih efektif untuk peluang yang telah terindentifikasi.

7. Memungkinkan alokasi sumber daya dan waktu yang lebih sedikit untuk mengoreksi keputusan yang salah atau tidak terencana.

8. Menciptakan kerangka kerja untuk komunikasi internal diantara staf.

9. Membantu mengintegrasikan perilaku individu kedalam usaha bersama.

10. Memberikan dasar untuk mengklarifikasi tanggungjawab individu.

11. Mendorong pemikiran ke masa depan.

12. Menyediakan pendekatan kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah

dan peluang.

13. Mendorong terciptanya sikap positif akan perubahan.

14. Memberikan tingkat kedisiplinan dan fomralitas kepada manajemen suatu bisnis.

III. Dimensi-dimensi Keputusan Strategis

Secara tipikal, masalah-masalah strategis mempunyai dimensi-dimensi berikut:

1. Masalah-masalah strategis memerlukan keputusan manajemen puncak. Karena keputusan strategi mencakup berbagai bidang operasi suatu perusahaan maka keputusan ini memerlukan keterlibatan manajemen puncak. biasanya, hanya manajemen puncak yang memiliki perspektif yang dibutuhkan untuk memahami implikasi luas dari keputusan tersebut dan wewenang untuk menyetujui alokasi sumber daya yang diperlukan.

2. Masalah strategis memerlukan sumber daya perusahaan dalam jumlah yang besar. Keputusan-keputusan strategis melibatkan alokasi yang substansial dari manusia, aset fisik, atau yang harus dialihkan dari sumber-sumber internal atau diperoleh dari luar perusahaan. Keputusan-keputusan strategis tersebut membuat perusahaan memiliki komitmen terhadap tindakan-tindakan selama periode waktu yang cukup panjang.Untuk itu, keputusan-keputusan ini membutuhkan sumber daya yang substansial.

3. Masalah strategis sering kali memengaruhi kesejahteraan jangka panjang perusahaan. keputusan strategis biasanya membuat perusahaan memiliki komitmen dalam jangka waktu panjang, yang umumnya adalah lima tahun. Namun, dampak dari keputusan semacam itu akan dirasakan jauh lebih panjang. Ketika perusahaan telah membuat komitmen untuk strategi tertentu, citra dan keunggulan kompetitifnya biasanya terikat dengan strategi tersebut.

4. Masalah strategis berorientasi masa depan. Keputusan strategis dibuat berdasarkan apa yang diprediksikan oleh manajer, bukan berdasarkan apa yang mereka ketahui. Dalam keputusan-keputusan semacam itu, penekanan terutama ditempatkan pada pengembangan proyeksi yang akan memungkinkan perusahaan memilih pilihan strategi yang paling menjanjikan. Dalam lingkungan perdagangan bebas yang bergejolak dan kompetitif, suatu perusahaan hanya akan berhasil jika mengambil tindakan yang proaktif (antisipatif) terhadap perubahan.

5. Masalah strategis biasanya memiliki konsekuensi multifungsi atau multibisnis. Keputusan strategis memiliki implikasi yang rumit terhadap hampir seluruh bidang perusahaan. Keputusan mengenai hal-hal seperti bauran konsumen, penekanan kompetitif, atau struktur organisasi umumnya melibatkan sejumlah unit bisnis strategis, divisi, atau unit program perusahaan. Seluruh bidang tersebut akan dipengaruhi oleh alokasi atau realokasi tanggung jawab dan sumber daya yang diakibatkan oleh keputusan-keputusan tersebut.

6. Masalah strategis memerlukan pertimbangan atas lingkungan eksternal perusahaan. Seluruh perusahaan bisnis beroperasi dalam sistem yang terbuka. Perusahaan memengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi-kondisi eksternal yang sebagian besar berada di luar kendali perusahaan. Oleh karena itu, agar berhasil menempatkan perusahaan dalam situasi yang kompetitif, para manajer strategis harus melihat melampaui operasinya. Mereka harus mempertimbangkan tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan oleh pihak-pihak lain yang relevan (seperti pesaing, konsumen, kreditur, pemerintah, dan tenaga kerja).

IV. Proses Manajemen Strategis

Perusahaan bervariasi dalam memformulasikan dan mengarahkan aktivitas manajemen strategik mereka. Perencana yang canggih di Amerika Serikat, seperti General Electric, Procter and Gamble dan IBM telah mengembangkan proses yang lebih rinci dibandingkan para perencana yang tidak begitu formal dari perusahaan-perusahaan dengan ukuran serupa. Bisnis kecil yang mengandalkan keahlian penyusunan strategi dan waktu yang terbatas dari seorang pengusaha umumnya memperlihatkan lebih banyak keprihatinan perencanaan yang mendasar dibandingkan perusahaan yang lebih besar pada industri yang sama. Dapat dipahami bahwa perusahaan dengan banyak produk, pasar, atau teknologi cenderung menggunakan sistem manajemen yang lebih rumit. Namun, meskipun terdapat perbedaan dalam rincian dan tingkat formalisasi, komponen-komponen dasar dari model yang digunakan untuk menganalisis proses manajemen strategis pada umumnya sangat serupa.

Model Manajemen Strategik

Legend

Major Project

Minor Impact

Model gambar diatas menyajikan tiga fungsi utama, yaitu:

1. Model ini menggambarkan urutan dan hubungan dari unsur-unsur utama dari proses manajemen strategik.

2. Model ini memberikan suatu pandangan umum dari proses manajemen strategik, dan komponen utama dari model.

3. Model ini menawarkan suatu pendekatan untuk menganalisis kasus manajemen strategik dan dengan demikian membantu para analis mengembangkan kemampuan untuk strategi.

Dalam praktiknya, proses manajemen strategis tidak dapat dipisahkan dan dilaksanakan semudah yang digambarkan dalam model manajemen strategis. Para perencana strategi tidak menjalankan proses tersebut langkah demi langkah. Biasanya, ada proses memberi dan menerima diantara tingkat-tingkat hirarkis didalam organisasi. Banyak organisasi melakukan rapat-rapat resmi setiap semester untuk membahas dan memperbarui visi dan misi, peluang dan ancaman, kekuatan dan kelemahan, tujuan, strategi, kebijakan dan kinerja perusahaan. Rapat-rapat tersebut biasanya dilaksanakan diluar kantor dan dinamakan retreat. Alasan untuk melakukan rapat-rapat manajemen strategis jauh dari tempat kerja adalah untuk mendorong munculnya kreativitas dan keterbukaan dari para peserta. Komunikasi dan umpan balik yang baik dibutuhkan dalam keseluruhan proses manajemen strategis.

Penerapan proses manajemen strategis biasanya lebih formal pada perusahaan-peerusahaan besar dan mapan. Formalitas merujuk pada seberapa jauh tanggung jawab , kewenangan, kewajiban, dan pendekatan para peserta dijabarkan. Sementara perusahaan kecil cenderung kurang formal. Perusahaan yang bersaing di lingkungan yang lebih kompleks dan cepat berubah, seperti perusahaan teknologi cenderung lebih formal dalam menerapkan konsep-konsep manajemen strategis. Tingkat formalitas yang lebih besar dalam menerapkan proses manajemen strategis biasanya terkait erat dengan biaya, kelengkapan, ketepatan, dan keberhasilan perencanaan di semua jenis dan bentuk organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Fred R. David. Manajamen Strategis : konsep-konsep. Jakarta: Indeks. 2004. Alih bahasa: Kresno Saroso.

John A. Pearce dan Richard B. Robinson Jr . Manajemen Strategis : Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat. 2008. Alih Bahasa : Yanivi Bachtiar dan Christine.

Amin Widjaja Tunggal. Dasar-dasar Manajemen Strategik : Ikhtisar Teori, Soal dan Jawab. Jakarta: Harvarindo. 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s