Mengenal Rekening Giro

Rekening Giro atau Current Account adalah salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah maupun mata uang asing yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja dengan menggunakan Warkat Cek atau Bilyet Giro. Siapa saja yang dapat membuka rekening giro? yang dapat membuka rekening giro adalah semua warga negara Indonesia dan warga negara asing serta badan usaha dan institusi lain yang sah menurut hukum yang berlaku.

Dengan menjadi nasabah giro, anda memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan, seperti:

  1. Melakukan pembayaran dengan menggunakan Cek (Cheque). cek adalah surat berharga atau alat transaksi pembayaran yang diterbitkan oleh bank sebaagai pengganti uang tunai. Cek dikeluarkan oleh bank apabila anda mempunyai rekening giro.

Cek atas Nama (Order Cheque) adalah cek yang mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran kepada nama yang tertera pada cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada cek tersebut.

Cek Atas Unjuk (Bearer Cheque) adalah cek yang tidak mencantumkan nama penerima dana dan bank akan melakukan pembayaran kepada siapa saja yang membawa cek tersebut. Pembayaran dilakukan paling cepat sesuai tanggal yang tertera pada cek tersebut.

Cek Silang (Cross Cheque) adalah cek atas nama dan/atau cek atas unjuk yang diberi tanda garis menyilang pada ujung kiri atas warkat atau dapat juga diberi tanda garis menyilang sepanjang cek dari ujung kiri bawah ke ujung kanan atas. Cek silang tidak dapat diuangkan secara tunai, tetapi hanya dapat dimasukan kedalam rekening penerima cek.

2. Melakukan pembayaran dengan menggunakan Bilyet Giro. Bilyet Giro (BG) merupakan cara pembayaran yang berbeda dengan cek, dimana penerima dana tidak dapat melakukan pencairan secara tunai, tetapi harus melalui pemindahbukuan ke rekening yang bersangkutan. Bilyet giro akan berfungsi sama dengan cek silang.

Hal-hal yang harus diperhatikan apabila anda membuka rekening giro:

  1. Kembalikan segera lembar pertama bukti penerimaan cek/bilyet giro, agar rekening giro anda dapat diaktifkan oleh bank.
  2. Catat setiap pengeluaran anda, baik tanggal, nomor, dan jumlah uang dilembar sebelah kiri buku cek/bilyet giro anda yang akan berguna sebagai alat kontrol, agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia.
  3. Berhati-hatilah dalam mengeluarkan cek atas unjuk dan jangan sampai hilang, karena setiap cek yang telah dibubuhi tanda tangan anda serta materai yang cukup dapat segera dibayarkan oleh bank tanpa melakukan verifikasi kepada pembawa cek.
  4. Jangan melakukan pembayaran dengan cek/bilyet giro, apabila dana anda tidak cukup, karena bank akan menolak pembayaran.
  5. Pastikan anda memiliki dana yang cukup, setiap kali anda menerbitkan cek/bilyet giro untuk menghindari dicantumkannya nama anda dalam daftar hitam nasional yang disebarkan oleh Bank Indonesia ke seluruh perbankan di wilayah Indonesia.
  6. Segera lapor kepada bank anda, jika anda kehilangan satu lembar cek/bilyet giro atau buku cek/bilyet, sehingga bank dapat memblokir rekening anda. Lengkapi laporan anda dengan surat keterangan kehilangan dari pihak yang berwajib.
  7. Cek/bilyet giro anda hanya berlaku 70 hari setelah tanggal penerbitan, Setelah melampaui waktu tersebut, warkat tersebut tidak dapat digunakan (kadaluarsa).
  8. Apabila rekening giro anda ditutup, segera serahkan sisa lembar warkat cek/bilyet giro kepada bank anda.

*Sumber : Bank Indonesia*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s