Tempat Sampah Biru dan Oranye

Tempat sampah di Jl. Gatot Subroto Jakarta

Dengan semakin tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan, akhir-akhir ini tempat sampah pun dibagi menjadi 2 dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan sampah. Satu tempat sampah berwarna biru untuk sampah basah seperti sisa-sisa makanan, dedaunan dll. Dan satu lagi berwarna oranye untuk sampah kering seperti kertas, kaleng, plastik dll. Singkatnya tempat sampah warna biru untuk sampah organik atau sampah yang dapat terdegradasi secara alami, sedangkan tempat sampah warna oranye untuk sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat terdegradasi secara alami. Kemudian yang menjadi masalah adalah apakah tempat sampah yang sudah di bagi menjadi 2 ini telah sesuai dengan peruntukannya?.

Yang kita lihat di hampir semua tempat sampah yang di sediakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Maksudnya tempat sampah oranye yang seharusnya untuk sampah kering misalnya kertas dan plastik terdapat sampah basah semisal sisa makanan didalamnya begitu pula sebaliknya. Namun masalah belum selesai ketika orang-orang sudah membagi sampah kering dan sampah basah serta membuangnya sesuai dengan tempatnya masing-masing (biru untuk basah dan oranye untuk kering). Dan seperti yang kita lihat juga sehari-hari, semua sampah yang diangkut oleh gerobak ataupun mobil pengangkut, sampah basah dan sampah kering  semuanya dimasukkan menjadi satu kedalam satu tempat. Dari gerobak atau mobil pengangkut selanjutnya di tampung di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) selanjutnya ke TPA (Tempat Pembungan Akhir).

Di TPS dan TPA pun sebenarnya tak di bagi lagi menjadi sampah organik dan anorganik. Dan tetap dijadikan satu baik itu sampah basah maupun sampah kering. Singkatnya adalah percuma bagi kita apabila tetap membagi sampah menjadi sampah organik dan anorganik jika pada akhirnya tidak di teruskan dalam proses akhirnya. Jadi bukan hanya tempat sampah pada tingkat rumah tangga saja yang perlu di kelompokkan.

Pemerintah pun seharusnya membagi beberapa TPS dan TPA yang telah ada, satu bagian TPS untuk sampah basah, dan satu lagi untuk sampah kering dan satu lagi untuk limbah beracun dan berbahaya. Tak lupa fasilitas pengelolaan sampah pun mutlak di sediakan di setiap TPA karena sampah-sampah yang dibuang tak sepenuhnya tidak bisa di pakai lagi. Sampah tersebut masih bisa didaur ulang agar mendapatkan keuntungan baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan.

Satu hal lagi adalah perlunya pembagian dalam pengangkutan sampah menjadi beberapa bagian agar pembagian sampah berjalan efektif seperti membuat sekat di gerobak atau mobil pengangkut sampah untuk memisahkan sampah kering, basah dan sampah beracun dan berbahaya. Harapannya adalah agar dengan adanya pembagi-bagian sampah dari tingkat rumah tangga hingga TPA serta pengelolaannya yang terpadu dan efektif, kita sebagai masyarakat dapat merasakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s