Gali Lobang di Akhir Tahun

Keperkasaan sinar matahari kala itu tak terlihat lagi. Padahal hari belum beranjak senja. Masih 2 jam lagi untuk datangnya waktu maghrib. Ternyata, kegarangan sinar matahari di redam oleh awan cumulus yang sudah semakin berat untuk memuntahkan hujan. Turunnya hujan disambut gembira sebagai pertanda berkhirnya musim kering. Namun, oleh karena sistem drainase yang buruk di Jakarta membuat hujan sering di kambinghitamkan sebagai penyebab kemacetan padahal sebenarnya bukan hujan yang patut di persalahkan karena nyatanya semua orang senang dengan datangnya hujan. Air hujan yang jatuh ke bumi tidak dapat diserap sepenuhnya oleh bumi Jakarta karena drainase yang buruk disamping kurangnya daerah resapan air yang banyak dialih fungsikan. Karena sistem drainase yang buruk maka Pemda DKI selalu melakukan perbaikan. Celakanya, perbaikan drainase dilakukan di akhir tahun, tepat ketika musim hujan datang. Yang pasti, galian yang sudah di gali tadi akan terendam oleh air hujan sehingga penyelesaiannya terhambat.

Seperti yang telah kita ketahui, hujan yang mengguyur Jakarta akan selalu membuat kemacetan. Tanpa adanya galian saja yang mengorbankan setengah badan jalan dijalur lambat Sudirman, macet di jakarta sudah mengular dan jalanan akan menjadi tempat parkir. Kemacetan akan menjadi-jadi ketika tiba saatnya pulang kerja karyawan . Waktu itu untungnya masih jam 4 sore ketika saya melintasi jalan sudirman ke arah Bundaran HI. Seperti biasa saya menumpang B.U.S alias Kopaja ( maklum mahasiswa😀 ). Masih ada sejam lagi jam pulang kantor, akan tetapi jalan sudah mulai tersendat. Ditambah lagi hujan deras sepertinya akan datang. Jalan ini biasanya lancar ketika masih jam 4, tapi lagi-lagi spekulasi saya tentang macet tidaknya jalanan salah lagi. Sore itu, kemacetan sudah di mulai. Berikut beberapa jepretan yang saya ambil dari atas kopaja.

macet1

 Seharusnya Kopaja tidak boleh memasuki jalur cepat di Jl. Sudirman, tapi mau bagaimana lagi?.

macet2

 Bulldozer diparkir di pinggir jalan dekat jembatan penyeberangan di depan Ratu Plaza.

macet3

 Ibu-ibu menunggu bus patas.

macet4

 Tulisan yang selalu di pampang ketika ada galian.

macet5

 Galian mengorbankan setengah badan jalan di jalur lambat.

macet6

 Pengendara harus hati-hati terhadap ini.

macet7

Menunggu bus di tengah jalanan.

Harapan kita adalah mudah-mudahan galian ini dapat selesai secepatnya. Untuk tahun depan kita berharap anggaran yang turun tidak menumpuk di akhir tahun seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Realisasinya harus efektif. Terlambatnya realisasi anggaran merugikan ini semua pihak dan menurunkan produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s