Zakat dan Sedekah, Kemakmuran dan Pendapatan Nasional

rupiah 50rb

Ketika kita mendengar Khutbah dan ceramah tentang zakat dan sedekah yang di bawakan oleh Kiai dan Ustadz, kita selalu diberi khutbah yang berisi bahwa mengeluarkan zakat dan sedekah akan diganti 10 sampai 700 kali lipat oleh Allah SWT. Sekilas mungkin orang berpikir bahwa tidak mungkin uang yang kita keluarkan untuk zakat akan diganti begitu saja. Sama bingungnya dengan bagaimana mungkin uang itu bisa kembali kepada kita? apakah ada uang senilai sepuluh kali lipat yang turun dari langit atau kita diberi uang oleh malaikat atau ada orang yang dengan cuma-cuma memberikan uang kepada kita di jaman sekarang seperti ini. Saya mengatakan (dan anda juga pasti setuju) bahwa zakat kita akan di ganjar sepuluh kali lipat bahkan lebih adalah benar. Di dalam Al-Quran telah di jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 261

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 261)

Ini bisa di jelaskan oleh perspektif Agama, kebenarannya karena sudah termaktub dalam Al-Quran. Namun bagaimana kita menjelaskannya melalui kacamata ekonomi karena sejatinya zakat juga berhubungan dengan perspektif ekonomi?. Mudah Saja. Kita dapat memakai analogi singkat berikut ini:

Seorang penjual baju akan semakin kaya apabila banyak pembeli dan akan bangkrut apabila pembelinya tidak ada. Untuk meningkatkan daya beli masyarakat maka si penjual baju akan mengeluarkan zakat. Penjual baju adalah orang yang mengeluarkan zakat atau muzakki. Sedangkan Yang menerima zakat di sebut Mustahiq (ada 8 golongan Mustahiq).

Dengan Mengeluarkan zakat, maka efeknya tidak hanya dirasakan oleh mustahiq saja. Kita ambil contoh penjual baju tadi memberikan zakat dan sedekahnya kepada mustahiq sebesar Rp. 120.000, selanjutnya mustahiq akan membelanjakannya untuk beras 20 kg senilai Rp. 100.000 (20rb lainnya sebagai tabungan mustahiq atau biaya lainnya), selanjutnya penjual beras mendapat untung senilai Rp. 30.000 dan penjual beras membelanjakannya untuk membeli baju di penjual baju tadi. Hal yang sama juga berlaku pada profesi lain. Bisakah anda membayangkan jika semua Muzakki yang ada di Indonesia mengeluarkan zakat? berapakah keuntungan yang di dapat?. Dapat kita bayangkan ada beberapa pihak yang di untungkan dalam ilustrasi ini. Zakat akan meningkatkan MPC masyarakat dan memberikan efek multiplier yang berlipat.

Ilustrasi ini masih secara mikro dalam artian ruang lingkup yang kecil dan masih dalam perspektif individu pelaku ekonomi sehingga mungkin masih susah unntuk anda menerimanya. Kalau anda masih belum percaya tentang efek zakat yang “ajaib” ini perhatikan penghitungan zakat dengan pendekatan makro terhadap pendapatan nasional sebagai berikut:

Contoh Kasus :
Fungsi Konsumsi Muzakki : C1 = 25 + 0,75 Y
Zakat : Z = 0,025 Y
Infaq/Shadaqah : F = 0,025 Y
Fungsi Konsumsi Mustahiq : C2 = Z+F
Investasi : I = 25
Pengeluaran Pemerintah : G = 25
Ekspor : X = 7
Impor : M = 4
Jawab :
1. Ekonomi konvensional.
Y = C+I+G+(X-M)
Y = 25+0,75Y+25+15+(7-4)
Y = 0,75Y+68
0,25 Y=68
Y = 272
2. Ekonomi Islam.
C = C1 + C2
C1 = a + bY (1-z-f)
C1 = 25 + 0,75Y
C1 = 25 + 0,75Y(Y – 0,025Y – 0,025Y )
= 25 + 0,75Y – 0,0375Y
= 25 + 0,7125Y
C2 = Z + F
= 0,025Y + 0,025Y
= 0,05Y
C = C1 + C2
= 25 + 0,7125Y + 0,05Y
= 25 + 0,7625Y

Y = C + I + G + ( X – M )
Y = 25 + 0,7625Y + 25 + 15 + (7 – 4)
Y = 0,7625Y + 68
0,2375Y = 68
Y = 286,31

Disini dapat kita lihat bahwa zakat memberikan pengaruh yang positif bagi pendapatan secara nasional. Subhanallah. Tanpa adanya zakat dan sedekah pendapatan nasional nasional hanya senilai 272, sedangkan dengan adanya zakat dan sedekah pendapatan nasional menjadi 286,31. Ini sekaligus membuktikan bahwa Al-Quran selalu benar, selalu relevan dan tidak akan pernah lekang dimakan oleh zaman. Lalu dari mana pendapatan senilai 14,31 itu datang?. Itu datangnya dari Allah SWT. Percayakah anda?. jawabannya pasti iya.

Kesimpulan lain yang dapat kita tarik adalah bahwa selain kita mendapatkan pahala yang besar dari mengeluarkan zakat, serta meningkatkan pendapatan nasional secara agregat. Zakat akan menggairahkan ekonomi dan membuat kegiatan ekonomi masyarakat akan semakin hidup. Maka semakin besar zakat yang kita keluarkan semakin besar pendapatan nasional dan semakin makmur negara kita. Percayakah anda?. jawabannya pasti iya. Dan satu hal lagi, dalam penghitungan di atas saya tidak memasukkan variabel pajak untuk memudahkan kita memahamainya. Selain itu, pajak juga akan mengurangi pendapatan nasional. Percayakah anda?. jawabannya pasti iya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s