Antara Pemenang dan Pecundang; Menabung di Bank

Tak hanya pada pertandingan olahraga yang mengenal winner dan losser, ternyata ada juga orang yang memasukkan winner dan losser ketika orang berhubungan dengan bank. Pandangan ini bisa jadi adalah berasal dari sudut pandang dari diri masing-masing orang yang hanya memandang dari pandangan dimana dia memandang tanpa memerhatikan bagaimana pandangan orang lain yang memandangi apa yang dipandangi dan tidak dipandangi oleh si pemandang pertama tadi. Bahwa penabung di bank adalah pecundang karena mendapatkan keuntungan  yang kecil dan orang yang mendapatkan pembiayaan dari penabung tersebut adalah pemenang karena mendapatkan fasilitas dimana uangnya dapat menghasilkan keuntungan besar baginya. Mungkin bisa di analogikan bahwa orang yang menaruh uangnya di bank mendapat ikan teri sementara yang mendapat pembiayaan dari bank mendapat ikan kakap. Sementara ada yang lebih skeptis lagi bahwa menabung justru melegitimasi orang kaya. Bahwa menabung di bank tidak boleh dan lebih baik uangnya diambil dan di putar untuk berwirausaha.

Di dalam iklim demokrasi, boleh saja kita berpendapat berbeda. Tentu apabila kita mengambil sudut pandang mikro, penabung memang pecundang karena keuntungannya kecil dan peminjam adalah pemenang karena mendapat keuntungan atas uang yang ia pinjam. Namun saya kira pendapat ini kurang lebih skeptis dan hanya berlandaskan materi belaka. Bagaimanapun, orang menabung tidak hanya bermotif mencari keuntungan. Motif keuntungan bisa jadi nomor sekian. Bank bukanlah lembaga pengganda uang seperti halnya para dukun. Selain sarana intermediasi, bank juga menyediakan berbagai macam layanan dan kemudahan. jadi, belum tentu orang yang meminjam uang bertujuan untuk meraih keuntungan. Layanan termasuk hal yang di utamakan. Contoh : dalam berbisnis/berdagang/berwirausaha tentu kita memerlukan akun bank, baik untuk mengeluarkan cek atau sebagai lalu lintas pembayaran dengan transfer atau penarikan tunai di ATM sehingga orang tidak perlu membawa kantong berisi uang.

Uang kas dalam setiap usaha pasti sangat dibutuhkan karena sifatnya sangat likuid. Meniadakan peranan bank untuk masa kini adalah hal yang jadul. Bagaimana tidak?. Apakah anda akan memilih untuk menyimpan uang kas didalam peti dan membiarkan uang anda menganggur atau menyimpannya dalam bentuk giro yang sudah tentu anda mendapat untung dan lebih aman dari tindak peramoikan?. Walau keuntungan kecil, tapi setidaknya lebih menguntungkan menggunakan giro ketimbang anda menyimpannya didalam peti. Tidak semua uang anda di investasikan dalam bentuk aset. Anda juga harus menyiapkan uang kas untuk keperluan yang membutuhkan dana cepat. Menyimpan seluruh uang usaha dalam bentuk aset adalah hal yang kuno dan tidak relevan dipakai sekarang. Selain itu, mengirim uang ke kolega juga menjadi mudah dan aman jika dilakukan oleh pihak perbankan. Bayangkan jika kita tetap keukeuh untuk tidak ingin menabung di bank dan memilih membawa-bawa kopor untuk mengirim uang yang sudah barang tentu akan menjadi incaran para begal.

Selain bertujuan untuk menitipkan uang, mempermudah lalu lintas pembayaran dan mempermudah transaksi, patut kita ketahui bahwa tidak semua orang sempat atau bisa mengelola dananya yang idle, maka dari itu disinilah fungsi bank yang berperan sebagai lembaga intermediari. Jadi daripada uangnya di simpan di peti, lebih baik ditabung karena lebih menguntungkan. Dan yang terakhir, bahwa orang yang mendapat pembiayaan dari bank belum tentu untung dalam mengelola dananya. Dalam bisnis atau berwirausaha bisa saja rugi atau malah bangkrut sehingga yang di dapat bukan lagi ikan kakap tetapi bangkai ikan paus yang sudah membusuk.  Jadi, apakah menabung adalah hal yang bisa dikatakan tragis tentu saja tidak. Banyak pertimbangan lain ketika orang membuka rekening di bank dan bukan hanya mencari untung tetapi juga untuk tujuan-tujuan lainnya. Maka dari itu, sebenarnya tidak ada yang menjadi pecundang ketika berhubungan dengan bank (baik konvensional maupun syariah). Semuanya adalah pemenang. Yang membedakan adalah menang berapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s