Ketika Cadangan Minyak di Indonesia Habis 12 tahun lagi.

Minyak bumi adalah sumber bahan bakar utama di dunia. Energi yang kita rasakan selama ini kebanyakan berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil. Dengan kepraktisan dan zatnya relatif aman karena cair sehingga minyak lebih dipilih dibandingkan sumber energi lainnya. Tak heran jika kenaikan harga minyak dunia turut mendorong perubahan di bidang lain seperti perubahan kurs mata uang, pasar saham, tingkat bunga, kontrak perdagangan dan kebijakan yang diambil pemerintah. Bahkan, beberapa negara rela menghidupkan mesin perangnya demi memperebutkan blok minyak.

Begitupun di Indonesia, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) biasanya akan mempengaruhi tingkat harga. Namun, cadangan minyak Indonesia makin menipis dan akan habis 12 tahun lagi. Hal ini menjadi tantangan bagi kita, padahal konsumsi minyak dalam negeri Indonesia melebihi produksi nasionalnya. Bagaimana jika sampai 12 tahun ke depan tidak ada ladang minyak baru untuk menghasilkan energi?. Apakah kita akan mengimpor 1,3 juta barel per hari minyak bumi?. Konsumsi minyak ini tentunya akan terus tumbuh karena setiap tahun ekonomi tumbuh dan jumlah penduduk bertambah. Pemakaian minyak di Indonesia minus 400rb barel setiap hari. Di samping itu, APBN kita makin terbebani oleh beban subsidi BBM yang makin hari makin membengkak karena konsumsi yang meningkat dan harga minyak dunia yang tidak stabil. Dan apakah nanti kita akan 1,3 juta barel minyak per hari?.

Kita tentu tidak bisa terus berharap ada penemuan ladang minyak baru karena sumber daya ini makin  terbatas dan persediaannya di seluruh dunia konon hanya cukup untuk 42 tahun lagi sedangkan di Indonesia tinggal 12 tahun lagi. Jika minyak telah habis, apakah kita akan kembali ke jaman dulu dengan menggunakan lampu petromak untuk menerangi lampu, memakai delman untuk sarana transportasi darat atau menggunakan perahu layar ke Sulawesi. Tentu kita tidak perlu repot melakukan hal tersebut. Allah telah menciptakan alam sedemikian rupa yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran manusia.

Jika minyak bumi di Indonesia dan di dunia masih ada bahan bakar lain yang dapat dimanfaatkan. Di antaranya batubara, gas, air, sinar matahari, angin dan nuklir. Untuk batubara persediaannya masih banyak akan tetapi menghasilkan polusi yang cukup tinggi. Pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak bumi harus segera diganti dengan gas, sinar matahari, angin, air dan nuklir. Kita harus mendukung dan percaya pengembangan pembangkit listrik yang memakai energi alternatif termasuk nuklir. Apakah kita akan terus bersikap skeptis tentang energi terbarukan di saat ketersediaan energi utama kita telah menipis?. Pengembangan energi alternatif harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Pemakaian energi bukan hanya di bidang pembangkit listrik saja, akan tetapi juga dalam hal transportasi. Kita tahu bahwa 40 % bahan bakar di Indonesia dipakai untuk bidang transportasi. Untuk itu perlu ada pengembangan transportasi yang bebas dari energi minyak. 12 tahun mungkin waktu yang sangat singkat, namun tidak ada yang tidak mungkin. Belakangan muncul mobil berbahan bakar gas dan bioetanol. Mungkin 12 tahun lagi kita akan melihat motor yang melaju di jalan Fatmawati dengan bahan bakar gas, kereta api ke Semarang menggunakan energi listrik atau mungkin kapal yang menggunakan bahan bakar nuklir akan menyeberangi laut jawa menjuu Kalimantan.

Dan akhirnya, ketika 12 tahun lagi ketika cadangan minyak Indonesia habis kita dihadapkan pada tiga pilihan. Pertama, apakah kita akan mengimpor seluruh minyak untuk kebutuhan energi dalam negeri?. Kedua, apakah kita akan menggunakan energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi?. Dan ketiga, apakah kita akan kembali ke jaman dulu lagi dengan menggunakan lampu petromak, delman atau kapal layar?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s