Flow Concept dan Gadai Emas

Dalam Islam uang dipandang sebagai public goods, dalam artian adalah uang merupakan sesuatu yang bersifat flow concept (mengalir) dan bukan stock concept (mengendap). Bersifat mengalir maksudnya adalah uang harus selalu diputar (dimanfaatkan/diinvestasikan) ke sektor riil agar mendapatkan nilai tambah yang lebih banyak serta mampu menggerakkan perekonomian. Uang tidak diperkenankan untuk selalu ditimbun karena akan berakibat negatif terhadap perekonomian.

Uang sering dianalogikan sebagai air, seperti dalam kalimat yang sering kita dengar; pencairan dana, pembekuan dana, penggelembungan dana, penguapan dana dll. Begitu pula dalam flow concept dan stock concept. Kita analogikan sebuah kolam adalah suatu perekonomian dan air adalah uang. Dengan air yang mengalir (flow concept) kolam tersebut akan bersih dan jernih. Sebaliknya, jika airnya mengendap (stock concept) saja, kolam tersebut akan keruh dan kotor. Begitu juga dalam perekonomian, semakin sering uang mengalir, maka semakin hidup suatu perekonomian.

Namun patut digarisbawahi bahwa perekonomian akan berjalan mulus bila barang dan jasa yang ditransaksikan juga mengalir sama lancarnya dengan aliran uang. Rumus Fisher yang terkenal MV = PT menggambarkan tentang keseimbangan antara uang dan barang. M adalah jumlah uang, V adalah tingkat perputaran uang, P adalah tingkat harga barang dan T adalah jumlah barang yang diperdagangkan. Apabila ruas kiri (MV) berputar lebih (atau terlalu) cepat dibanding ruas kanan (PT) maka terjadi ketidakseimbangan yang kemungkinan berujung pada bubble economic karena jumlah uang lebih besar dari barang yang ada.

Untuk itu perlu ada keseimbangan diantara keduanya agar tidak terjadi bubble. Caranya dengan menginvestasikan atau menempatkan uang yang dimiliki ke sektor riil yang dapat mempengaruhi ruas kanan tersebut. Sektor riil yang dimaksud bukan hanya sesuatu yang ada wujud barangnya. Lebih dari itu, sektor riil yang dimaksud adalah mampu memberikan nilai tambah pada perekonomian. Contohnya, berinvestasi di bidang konveksi atau restoran lebih memberikan efek yang signifikan terhadap perekonomian dari pada berinvestasi emas yang hanya mengharap-harap agar harganya terus naik (padahal harganya bisa saja terus turun karena perekonomian adalah sesuatu yang dinamis dan unpredictable). Berinvestasi dengan membuka usaha di bidang konveksi atau restoran bersifat flow concept karena perputaran uang disini sangat berjalan. Sedangkan, berinvestasi emas bersifat stock concept karena uangnya mengendap dalam bentuk emas.

Meskipun emas berwujud nyata, akan tetapi nilai tambahnya terhadap ekonomi secara nasional lebih kecil dibandingkan usaha konveksi atau restoran.  Coba anda bayangkan apabila banyak orang berinvestasi dengan membeli emas, kemudian serantak beramai-ramai mereka menjualnya ketika harganya yang semakin tinggi diprediksi akan turun, tentu penurunan dari harga emas ini akan semakin dalam. Terdapat usaha untuk berspekulasi disini. Bandingkan dengan menginvestasikannya pada usaha konveksi atau restoran. Menambah tenaga kerja baru, menggairahkan kinerja mitra usaha, menghasilkan efek multiplier yang berlipat, value addednya terhadap perekonomian secara nasional lebih tinggi daripada investasi emas.

Tentu akan ada protes bahwa bukankah hidup adalah ketidakpastian sehingga ada yang menarik kesimpulan bahwa suatu kegiatan usaha merupakan spekulasi karena bisa rugi dan untung. Ketidakpastian dalam kegiatan usaha tentu tidak sama dengan investasi emas tadi. Usaha konveksi atau restoran atau usaha riil lainnya lebih tepat dikatakan risk sedangkan Investasi emas lebih tepat dikatakan uncertainty. Apa perbedaannya?. Risk dan uncertainty sama-sama memunculkan hasil lebih dari satu (untung, rugi, impas), bedanya risk mengacu pada situasi dimana kita dapat merinci hasil yang akan muncul beserta masing-masing probabilitynya, sedangkan dalam uncertainty, probability dari masing-masing hasil tidak diketahui.

Dalam ekonomi, khususnya ekonomi Islam, pertimbangan yang diambil bukan hanya pertimbangan bagaimana agar diri kita sendiri untung. Dalam ekonomi Islam terdapat dimensi maslahah yang harus dipenuhi agar keuntungan yang kita raih tidak merugikan orang lain dan negara. Jadi, berinvestasi pada bidang usaha yang riil, jauh lebih maslahah dan menguntungkan dari pada hanya memelototi koran dan layar komputer untuk memantau perkembangan harga sebuah komoditas.

“saat ini, orang yang berinvestasi emas tak ada bedanya dengan orang yang bermain lotere” kata seorang ekonom syariah nasional dalam sebuah seminar di kampus saya.

2 comments on “Flow Concept dan Gadai Emas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s