Prinsip Wadiah dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah

Wadiah termasuk dalam salah satu prinsip operasional syariah dalam proses penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bank syariah disamping prinsip mudharabah. Dalam prinsip ini, bank bertindak sebagai pihak yang dititipi dana atau barang lainnya dari nasabah. Perlu diketahui bahwa prinsip wadiah ini terbagi menjadi dua, yaitu wadiah yad amanah dan wadiah yad dhamanah. Pada wadiah yad  amanah barang titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh yang dititipi, sedangkan wadiah yad  dhamanah pihak yang dititipi boleh untuk memanfaatkan barang yang dititipi dengan tetap menjaga keutuhan barang tersebut.

Aplikasi wadiah yad amanah pada bank syariah dapat diterapkan pada layanan safe deposit box. Sedangkan aplikasi wadiah yad dhamanah dapat diterapkan dalam bentuk giro dan tabungan yang memakai prinsip wadiah / titipan. Karena giro dan tabungan wadiah memakai akad wadiah yad dhamanah, maka bank berhak menggunakan dana titipan tersebut dan juga dapat memberikan bonus kepada nasabah bersangkutan, akan tetapi tidak boleh dijanjikan dimuka. Bila ternyata bank mengalami kerugian atas kelolaan dana titipan tersebut, maka kerugian tersebut harus ditanggung oleh bank syariah bersangkutan. Sedangkan nasabah tidak menanggung kerugian karena bertindak sebagai pihak yang menitipkan barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s