Kepercayaan : Entitas Penting Dalam Ekonomi

Apakah anda percaya bahwa sepeda, motor dan mobil yang anda beli dari toko aman?. Apakah anda percaya bahwa uang yang anda simpan di Bank tak akan ditilep?. Apakah anda percaya bahwa bohlam yang anda pakai tidak akan meledak?. Apakah anda percaya bahwa peralatan elektronik anda tidak akan menyetrum anda?. Apakah anda percaya bahwa bengkel tempat anda memperbaiki kendaraan melaksanakan tugasnya dengan benar?. Apakah anda percaya bahwa barang yang dibuat orang lain, kemudian anda anda pakai akan baik-baik saja bagi anda?. Bagaimana kita bisa percaya kepada orang lain?.

Tentunya kepercayaan merupakan entitas yang sangat penting dalam perekonomian, bayangkan apa jadinya jika masyarakat tidak percaya satu sama lain?. Kekacauan dan krisis pasti akan menghampiri. Untuk itu setiap pelaku ekonomi akan menjaga kepercayaan konsumen terhadap dirinya. Mulai dari usaha kecil, warung makan misalnya, jika ada protes dari pelanggannya bahwa makanannya menjadi tidak enak, maka pemilik warung makan buru-buru untuk membuat makanannya menjadi enak kembali. Hal ini dilakukan agar pelanggan warung makan tersebut tidak kabur dan beralih ke warung makan lain. Begitu juga dengan usaha kecil lainnya.

Dalam skala yang lebih besar, upaya menjaga kepercayaan secara gamblang diperlihatkan oleh produsen mobil. Misalnya Toyota yang melakukan recall ratusan ribu mobilnya dari pasaran. Toyota pada November 2012 berniat akan melakukan recall 550.000 mobil model Lexus karena potensi kerusakan (cacat) pada katrol poros engkol yang dapat menyebabkan kebisingan dan membuat kemudi lebih sulit. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Honda, Ford dan lainnya.

Recall ini jelas berbiaya sangat mahal dan makin membebani keuangan perusahaan, namun apa jadinya jika ratusan ribu kendaraan itu tidak ditarik kembali?. Konsumen yang akan menjadi korbannya, ketika konsumen kehilangan kepercayaan, bukan tidak mungkin mereka akan pindah ke produk lain dan merekomendasikan ke orang-orang agar tidak  memakai produk tersebut. Oleh karena itu, baik Toyota, Honda, Ford maupun seluruh pelaku ekonomi lainnya akan berusaha sekeras-kerasnya untuk menjaga kepercayaan terhadap mereka untuk menjamin eksistensinya.

Dua contoh tentang warung makan dan Toyota adalah sedikit dari contoh kecil tentang menjaga kepercayaan. Bukan berarti kita bertindak hanya ketika ada masalah di tengah jalan. Terus meningkatkan serta menjaga kualitas adalah kunci sesungguhnya untuk memperoleh kepercayaan tersebut. Bagaimanapun kepercayaan merupakan modal yang amat teramat penting sehingga harus dijaga dengan sepenuh jiwa.

4 comments on “Kepercayaan : Entitas Penting Dalam Ekonomi

  1. Super setujah brooo. Kepercayaan = “barang” super perlu dan penting. Tapi ternyata di dunia ini ada: informasi yg tidak sempurna.

    Apakah OLI yg kita pakai itu memang OLI YANG BERMUTU? Tak ada yg tahu kecuali diuji lebih dahulu oleh konsumennya.

    Untunglah ada pemerintah yg bisa mengatur per-OLI-an. Sehingga kita cukup yakin akan kualitasnya.

    Dan syukur jugalah ada produsen yg sadar KUALITAS sehingga dia memang tidak buat SEMBARANG oli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s