Mengapa Kita Harus Menolak Globalisasi?

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara (Wikipedia). Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Globalisasi, khususnya globalisasi perekonomian diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Negara-negara berkembang yang menikmati keuntungan karena dapat memanfaatkan momentum globalisasi dengan baik yakni China, India, beberapa negara Amerika Latin dan Eropa Timur. Akan tetapi globalisasi perekonomian banyak di protes karena banyak alasan. Padahal pengucilan diri terhadap ekonomi luar tidak akan memberikan perkembangan berarti terhadap ekonomi nasional.

Selanjutnya, mari kita beranalogi, kita analogikan globalisasi dengan 33 buah propinsi yang ada di Indonesia. Bayangkanlah jika masing-masing Propinsi mengucilkan dirinya, melarang barang dari propinsi lain untuk masuk kewilayahnya, melarang masuknya modal dari investor yang berasal dari propinsi lain dan melarang tenaga kerja terampil dari propinsinya untuk masuk kewilayahnya?.

  1. Bisakah Masing-masing Propinsi dapat menghidupi perekonomiannya jika tidak ada pasokan energi (minyak, gas dan batubara) dari sumatera dan kalimantan?
  2. Bisakah Masing-masing Propinsi mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya yang begitu besar jika semua barang harus diproduksi sendiri dan barang konsumsi yang akan masuk ke Propinsi tersebut di proteksi dengan sangat ketatnya?
  3. Bisakah Masing-masing Propinsi Memenuhi kebutuhan akan bahan baku industrinya sendiri tanpa bergantung kepada Propinsi lain?
  4. Di  Propinsi A menghasilkan barang X, Jika barang X dapat diproduksi lebih efisien di propinsi B, apakah lantas propinsi A akan menolak barang X dari propinsi B masuk kedalam wilayah propinsi A demi untuk memproteksi barang X di propinsinya. Kenyataan ini tidak kita temui, masuknya barang X dari provinsi B justru akan menguntungkan kedua provinsi.
  5. Provinsi B kekurangan dana untuk berinvestasi, jika ada investor dari Provinsi A ingin menanamkan modalnya ke Provinsi B, akankah ditolak oleh seluruh masyarakat?
  6. Sudah 67 tahun Indonesia merdeka, masing-masing provinsi tidak pernah memproteksi barang produksinya, tidak pernah memproteksi aliran investasi yang masuk dari propinsi lain begitu juga dengan tenaga kerjanya. Pertanyaannya; Bisakah Indonesia merasakan perkembangan ekonomi yang cukup pesat jika masing-masing propinsi tidak membuka diri terhadap propinsi lain? Sebenarnya kita telah mempraktekkan globalisasi tanpa kita sadari walaupun masih dalam skala “Propinsi”.
  7. Dalam kenyataannya, tidak ada satu propinsi pun di Indonesia yang sempurna dengan dapat menghasilkan seluruh produk pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, peternakan dan perikanan dalam satu propinsi. Setiap propinsi memiliki spesialisasinya sendiri, Sumatera dengan sawit dan karetnya, Kalimantan dengan hasil hutannya, Papua dengan hasil tambang, Sulawesi dengan Kakao dan lainnya.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa kemajuan setiap provinsi tak luput dari adanya kemajuan di provinsi lain. Antara satu Provinsi dengan provinsi lain memang saling terkait, saling bergantungan dan saling melengkapi dan mempengaruhi satu sama lain. Apabila globalisasi dalam jangakauan Propinsi telah memberikan manfaat yang cukup pesat, bayangkanlah jika globalisasi di implementasikan dengan skala yang lebih luas, yakni skala Negara dengan jangkauan ratusan negara di dunia. Manfaatnya pasti akan lebih besar dan luas. Jika ingin menolak globalisasi dengan dalih kemandirian, mengapa tidak menolak “globalisasi” antar propinsi saja mengingat esensinya sebenarnya sama? Atau sekalian saja mengapa tidak menolak “globalisasi” antar desa karena esensinya pun sama. Namun harus diakui masih ada masalah pemerataan manfaat globalisasi yang masih akan di tunggu pemecahannya.

Globalisasi bukanlah hal yang harus kita tolak.

4 comments on “Mengapa Kita Harus Menolak Globalisasi?

  1. Globalisasi itu persoalan nya pada kita apakah kita mampu Menglobalisasi atau kita yang Diglobalisasi , selama ini kita diglobalisasi dengan memporak porandakan UUD 1945 lewat amandemen akibat nya seluruh kekayaan alam kita , dan kebutuhan kehidupan bangsa ini diambil oleh asing , bahkan Ideologi kita juga di globalisasi , maka kita tinggalkan Pancasila dan kita menyembah demokrasi ., sementera kita hanya mampu menglobalisasi pembantu rumah tangga.

    • Saya setuju dengan anda, persoalannya adalah bagaimana kita bisa menglobalisasi, bukan sebaliknya.
      globalisasi yang dialami indonesia saat ini lebih menjadikan indonesia sebagai pihak yang lemah dengan mengeksploitasi sumber daya alam. akan tetapi, solusi dari persoalan itu bukan berarti kita harus mengucilkan diri dari globalisasi, justru kitalah yang harus mengambil alih kekayaan alam yang selama ini dikeruk oleh Asing. pada dasarnya semua sistem itu dibangun untuk kebaikan, termasuk globalisasi, yang jd persoalan selanjutnya adalah “man behind the gun” dari sistem tersebut.
      Terima Kasih sudah mampir😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s