BI: Uang jangan dilipat-lipat

Jakarta (ANTARA News) – Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kerapihan uang kertas untuk mengurangi angka pemusnahan uang yang sudah tidak bisa terpakai lagi.

“Kalau punya uang dijaga baik-baik, jangan sampai lusuh, dilipat-lipat dan sobek,” kata dia kepada ANTARA News beberapa saat lalu.

Sepanjang priode Januari-Desember 2011 uang yang dimusnahkan Bank Indonesia karena lusuh mencapai Rp161,79 triliun, sementara untuk priode Januari – Juli 2012 uang yang dimusnahkan mencapai Rp38,19 triliun.

“Ini kan banyak sekali walaupun tiap tahun sudah turun karena banyak terbantu penggunaan uang elektronik,” kata dia.

Ia menjelaskan, uang lusuh yang tidak terpakai itu dilaporkan oleh kantor cabang di semua daerah setiap bulan untuk dimusnahkan dan diganti dengan uang baru.

Kategori tingkat kelusuhan akan dilakukan oleh mesin sortasi dengan memilah uang mana yang masih layak digunakan dan mana yang tidak.

“Kemudian baru dimusnahkan, tiap kantor cabang sudah punya mesinnya,” kata dia.

Bank Indonesia kini berupaya mendorong penggunaan uang elektronik untuk mengurangi penggunaan uang tunai.

“Kita harus kurangi uang tunai karena sudah tidak praktis lagi baik dari segi keamanan atau pemakaian, kalau uang tunai hilang ya sudah kan hilang. Sekarang kan sudah ada elektronic money, nggak ribet harus ke mal cari ATM lagi jadinya,” ujarnya.

Sumber : antaranews, Minggu, 26 Agustus 2012

9 comments on “BI: Uang jangan dilipat-lipat

  1. Uang elektronik cuma bisa dijangkau kalangan tertentu. Perlu sosialisasi dan waktu untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang suka melipat uang, menstaples uang dll. Yang bisa merusak uang. Bisa saja dengan cara penolakan transaksi di bank komersil jika dengan uang rusak atau lusuh seperti dollar yang tidak laku jika terlipat. What do you think syafaat muhari? Salam kenal. Saya ga sengaja baca blog anda hehe.

    • dengan semakin majunya teknologi, maka uang elektronik bisa saja dijangkau oleh semua kalangan, seperti ponsel yg dulunya adalah barang mewah.
      semuanya memang butuh waktu dan perbaikan terus-menerus. salam kenal juga, terima kasih telah berkunjung….

  2. ehm ehm assalamualaikum, mampir lagi nich..^_^ numpang komen boleh g ?? boleh doongs

    yang pertama, apa ?? uang jangan dilipat ?? eh BI, rakyat juga banyak kali yang belum punya dompet, gimana sih ? buat makan aja susah !
    rakyat : beliin dongs ?….BI : itu sih derita loe… Rakyat : what ???
    lagian kalo duitnya lecek, diganti aja atuh dari pada di korupsi hayoo…
    ini juga buat kerjaan lo,lo pada, kan bisa dapat komisi atuh dan sisanya masuk kantong masing2 #loh loh mulai ngawur…

    yang kedua..hallowww. emang masyarakat indonesia udah segitu moderennya kah ? memakai uang elektronik ??? emang di pasar, atau di warung ada alat buat uang elekto itu ?? please dehh BI, lihat realita juga dongs kalo mau menghimbau, jangan kayak… #lirik orang no 1 INA…

    yang ketiga…what ??? kalo uang tunai hilang udh hilang ?? emang uang elektronik g bisa ilangg ?? bisa !!! nohh liat kasus Century…itu lebih parahhh…waduhh pikir dong…!!!!

    maaf emosi…

    Bagaimanapun Rakyat Indonesia juga harus menghargai Uang…jangan di lecek yaww…entar BI marah lohh..kekeke

    • jawaban:
      1.hampir setiap orang pasti punya dompet, setidaknya setengah dari penduduk inodonesia.
      2.walaupun uang elektronik yang make transaksinya dikit, tapi jumlahnya sangat besar.
      3.emang century uang elektronik??

      jgn emosi bung hahaha.

      • ihh dah kaga jawab salam…ckckkckck

        iya punya dompet tapi dompetnya kaya dompet ibu-ibu ke pasar cin…

        what ?? pake ngutang maksutnya yang gede abis itu di bunuh depkolektor…#benar g tuh tulisannya..
        disini bukan masalah jumlah tapi masalah siapa pemakainya dan dimana tempat bertransaksi..mba..hahahaha

        ih gimana sih abang ??? kalo nasabah century duitnya di bobol, terus transaksi yang mereka udh lakukan dengan menggunakan “uang elektronik” bayar pake apa doongss ??

        sekian aja yahh mba…ets salah mas maksutnya..

      • waalaikumsalam wr. wb.
        dompet model len banyak kok, gak musti dompet kayak ibu2 ke pasar.
        ga perlu kartu kredit, skrg ada juga namanya kartu debet kayak flazz dan brizz, jadi kayak isi pulsa aja gitu.
        century masalahnya tentang bank yg jualan reksadana bung, bukan e-money.

        sekian bung, eh mba…

  3. Waalaikumsalam. Terjawab yaa salamnya🙂 aku mau mencoba menanggapi nih hehe ga maksud sok tahu, cuma nambahin yg aku tau aja. Memang betul BI sedang mendorong masyarakat utk menjadi masyarakat yg less-cash money, artinya masyarakat tdk harus menggunakan uang tunai di setiap transaksinya. Maka dari itu bank komersil banyak yg mengeluarkan produk kartu prabayar utk mempermudah transaksi tanpa uang tunai. Contohnya BCA dgn kartu flazz dan BRI dgn kartu brizz. Kartu prabayar ini bisa digunakan utk pembayaran apa saja. Bahkan buat bayar tol jg bisa jd ga perlu susah2 nyiapin uang di mobil kan? Selain itu bisa mengurangi antrian di gerbang tol hehe. Memang ga semua kalangan bisa menggunakan kartu prabayar. Tapi setidaknya bisa mengurangi jumlah uang kertas yg rusak sehingga tdk perlu ada biaya lg utk mengganti uang rusak tadi. Lebih efisien kan? Oiya century itu bukan uang elektronik. Itu beda lagi masalahnya. Kalau uang elektronik kayak kartu flazz itu misalnya hilang kan bkn berarti jumlah uang kita yg di chip kartu itu hilang semua. Kita bisa ganti kartunya. Ibarat ATM. Kalau kartu atm kita hilang bukan berarti uang di tabungan kita semua hilang kan? Itu aja tanggapannya. Semoga membantu🙂 bisa ditambahin kalo ada yg salah

    • yup betul, uang elektronik akan menciptakan efisiensi dan efektifitas, apalagi dengan hadirnya flazz dan brizz yang dapat diisi seperti mengisi pulsa.
      akan tetapi saya percaya suatu saat uang elektronik akan dapat dinikmati oleh semua kalangan,
      teknologi akan semakin murah, dulu ponsel, internet, komputer, atm adalah barang kelas satu,
      sekarang? sudah menjadi kebutuhan pokok. jadi tinggal masalah waktu saja.
      betul sekali, bank century bermasalah karena menjual reksadana yang harusnya tidak boleh dilakukan oleh bank di indonesia.
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya🙂🙂

      • Assalamu’alaikum
        Ya btul kita harus menjaga uang agar tidak sering dimusnahkan.karena bila sering dimusnahkan maka semakin sering uang dicetak.kerugiannya diantranya;
        1.mubadzir uang yg dmusnahkan
        2.bila uang diciptakan dalam jumlah yg bnyk bisa mnimbulkn nilai uang itu trun dan harga brang semkin mahal/inflasi.

        Kmudian pggunaan e-money yg brlbihn membahayakan.smkin sring pggunaan e-money,tkut ny pluhan tahun kmudian apbila smw mggunkn e-money ini.pnciptaan e-money tidak lgi di back up dengan uang krtas,sprti kjadian skrg pnciptaan uang tdk di back up dgn emas.yg efek krgiaanya bnyk. Kmudian kergian e-money ini mnybbk boros.krena dgn gmpngny mngluarkn uang untuk brblnja.sdgkn uang tunai borosny sdikit,kren org2 akan takut bnyk mmbawa takut kcopetan dan sbgainy.jd blnja yg dinginkn sesuai dgn prtimbgn dri yg dhrapkn.
        innallaha layuhibbul musrifiin.
        Innal mubadzirina ikhwana ‘ala syaithan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s